Lebih jauh Soni mengatakan “mahasiswa dan organisasi adalah suatu hal yang berdampingan yang sulit terpisahkan karena organisasi membuat diri kita menjadi lebih baik lagi serta banyak sekali pembelajaran yang tidak kita dapatkan dibangku perkuliahan justru kita dapatkan diorganisasi salah satunya HMI,” katanya.
Ia juga berpesan “HMI suatu organisasi kemahasiswaan Islam yang besar berdiri sejak 5 februari 1947 oleh seorang Pahlawan Nasional yaitu Ayanda Lafra Pane, banyak fase-fase perjuangan yang telah dilewati HMI, mulai dari Agresi Militer Belanda 1 dan 2, Orde Lama, PKI Madiun, G30SPKI, Orde Baru, Reformasi,” ungkap Ketua Umum Komisariat Syariah.
Telah banyak dinamika yang dilewati HMI yang membuat HMI besar serta mencetak generasi-generasi pemimpin dinegeri ini, berjuta alumni dan kader telah dicetak oleh HMI.
“Kader HMI tidak boleh terlena dengan kejayaan masa lalu, dan calon-calon kader pada hari ini harus fokus pengembangan diri, bagaimana menjadi mahasiswa yang kuat, tangguh, dan sanggup menjawab tantangan zaman, menjadi generasi emas calon pemimpin ummat dan bangsa,” pungkasnya
Ketum HMI Cabang bandar Lampung yang di wakili kanda Luki Fikri yang sekaligus membuka acara Maperca ia juga mengatakan
“Roda pengkaderan ini harus tetap berjalan
HMI adalah organisasi mahasiswa Islam yang tertua tapi semangat HMI tidak pernah padam dari dulu hingga sekarang,” tegas Luki.
Ia juga menambahkan “Pemuda hari ini adalah para pemimpin bangsa masa depan jadi tetap lah bersemangat ber HMI karena HMI tempat mencari ilmu, menyampaikan ilmu dan mengamalkan ilmu,” tandasnya.
