Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona diwakili Kepala BAPPEDA Adhitya Hidayat dalam sambutannya menyampaikan pesan bupati dan membeberkan data keberhasilan pembangunan.
“Saya mewakili Bupati Dendi Ramadhona menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa menghadiri kegiatan hari ini, mohon izin dengan segala hormat dan salam hangat dari Bupati,” kata Alumni FISIP Unila ini.
“Kabupaten Pesawaran dibentuk tahun 2008 itu stunting awal kemiskinan kita sekitar 22 persen, artinya dalam waktu 10 tahun ini kita bisa menurunkan tingkat kemiskinan 7- 8 persen,” ujar mantan ASN Kota Metro ini.
“Memang bukan hal yang mudah untuk menurunkan angka kemiskinan, walaupun hanya 1 persen, karena 1 persen itu dari 500,000. artinya memang perlu kerja keras dari semua pemangku kepentingan, baik itu pemerintah, maupun diluar kepemerintahan untuk dapat mensejahterakan masyarakat,” ucap alumni SMAN 3 Bandar Lampung ini.
Kepala Bappeda berlatar belakang Master of Engineering (M.Eng.) juga menambahkan tentang pencapaian pembangunan Kabupaten Pesawaran dari 2019 hingga 2021.
“Dari tahun 2009 hingga 2021 tentu banyak pencapaian yang telah dilaksanakan oleh Pemkab Pesawaran, namun kita harus akui sebagaimana yang telah disampaikan tadi, bahwa angka kemiskinan menjadi PR serius,” beber mantan atlet softball Lampung ini.
“Sebagai kabupaten baru, memang sejak lepas dari kabupaten induk Lampung Selatan, kita sudah diberikan PR angka kemiskinan sekitar 22 persen,” ungkap Adhitya.
Untuk itu kami mengajak generasi muda, khususnya HMI dan KAHMI, kita mendorong percepatan SDM untuk mengembangkan teknologi, bagaimana menjual hasil produksi yang ada di Kabupaten Pesawaran ini baik UMKM, potensi pertanian, kerajinan, maupun pariwisata.
Baca Juga : KAHMI Pesawaran Wujudkan Program Pemerintah Petani Berjaya
Kegiatan dilanjutkan Dialog Publik yang pengisi Materi dari Bupati Pesawaran yang diwakili Kepala Bappeda Adhitya Hidayat, Ketua DPRD Pesawaran diwakili Ketua Komisi III Arya Guna, dan Dekan Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung Eva Rodiah Nur.
